Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam
Share

Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam – 

Rasulullah saw. bersabda,

إِنَّ النِّسَاءَ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

“Sesungguhnya kaum wanita adalah mitra bagi kaum lelaki”. (HR At Tirmidzi dari Aisyah)

Penilaian Terhadap Hadits:

Hadits ini diriwayatkan Imam At Tirmidzi dalam Sunannya (105) bab maa jaa’a fiiman yastaiqidh fayaraa balal walaa yara ihtilaam. Syaikh Nashiruddin Al-Albani berkata,  “Hadits ini shahih”.

Kilas Penjelasan:

Allah telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan dan menjadikan wanita sebagai pasangan lelaki seraya berfirman, “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan”. (An-Najm:45). Oleh karena itu, dalam hadits ini Rasulullah saw. menegaskan bahwa wanita adalah mitra kaum lelaki. Untuk dapat memainkan peran kemitraan ini, seorang wanita harus mampu menggali segenap potensi dirinya, membina interaksi yang efektif dan membangun kerja sama yang konstruktif untuk merealisasikan kemaslahatan bersama di dunia dan akhirat.

Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

Nilai-Nilai kewanitaan:

  1. Makna Syaqa’iqur rijal:

Ibnul Atsir berkata, “Syaqa’iqur rijal berarti bahwa wanita itu mitra dan partner yang sejajar dan sepadan dengan kaum laki-laki. Seakan-akan mereka adalah pecahan dari kaum laki-laki, dan kenyataannya, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam as.” (Aunul ma’bud, 1/275)

Allah berfirman,

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa’, 4:1)

Rasulullah saw. bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ لَنْ تَسْتَقِيمَ لَكَ عَلَى طَرِيقَةٍ فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَبِهَا عِوَجٌ وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Ia tidak akan istiqamah untukmu di atas suatu jalan. Jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya sedang ia dalam keadaan bengkok. Jika kamu berusaha meluruskannya, berarti kamu akan mematahkannya, dan mematahkannya adalah menceraikannya.” (HR Muslim)

  1. Beberapa esensi pada diri wanita sebagai syaqa’iqur rijal:

Jika wanita sebagai mitra yang sejajar dan sepadan dengan laki-laki, maka ada beberapa esensi yang harus diketahui. Dibawah ini penjelasan Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

  1. Kesamaan dalam fungsi dan kerja tubuh:

Sebagai syaqa’iqur rijal, wanita memiliki kesamaan dalam sebagian besar anatomi dan fungsi tubuhnya. Kecuali sebagian dari anatomi tubuh yang berkaitan dengan fungsi khusus wanita. Esensi ini kadang tidak disadari oleh kaum wanita sehingga kaget ketika pertama kali mendengar dan menyaksikannya sebagaimana yang terjadi pada sebagian ummahatul mukminin. Aisyah ra. menuturkan,

أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ الْأَنْصَارِيَّةَ قَالَتْ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ أَ رَأَيْْتَ الْمَرْأَةَ إِذَا رَأَتْ فِي النَّوْمِ مَا يَرَى الرَّجُلُ أَ تَغْتَسِلُ أَمْ لَا؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ فَلْتَغْتَسِلْ إِذَا وَجَدَتِ الْمَاءَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَأَقْبَلْتُ عَلَيْهَا فَقُلْتُ أُفٍّ لَكِ وَهَلْ تَرَى ذِّلِكَ الْمَرْأَةُ فَأَقْبَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَرِبَتْ يَمِينُكِ يَا عَائِشَةُ وَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ الشَّبَهُ

Bahwa Ummu Sulaim Al-Anshariyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak malu terhadap kebenaran, bagaimana pendapatmu apabila seorang wanita bermimpi basah sebagaimana lelaki bermimpi basah, apakah ia wajib mandi ataukah tidak?’ Nabi saw. menjawab, ‘Ya, hendaknya ia mandi apabila melihat cairan mani’. Aisyah berkata, ‘Aku pun mendatangi Ummu Sulaim seraya berkata,”Celakalah kamu, apakah wanita mengalami yang demikian itu? Lalu Rasulullah mendekatiku seraya bersabda, ‘Celakalah kamu wahai Aisyah, dari manakah adanya kemiripan’.” (HR An-Nasa’i)

Kekagetan ini juga terjadi pada Ummu Salamah ra. sebagaimana penuturannya,

جَاءَتْ أَمُّ سُلَيْمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ فَهَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا احْتَلَمَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَتَحْتَلِمُ الْمَرْأَةُ فَقَالَ تَرِبَتْ يَدَاكِ فَبِمَ يُشْبِهُهَا وَلَدُهَا

“Ummu Sulaim datang kepada Nabi saw. seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran, apakah wajib bagi seorang wanita mandi besar apabila ia bermimpi basah?’. Rasulullah saw. menjawab, ‘Ya, apabila ia melihat cairan mani’. Ummu Salamah berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah seorang wanita juga bermimpi basah?’. Beliau menjawab, ‘Celakalah kamu, lalu dengan sebab apa anaknya bisa menjadi mirip dengannya?’.” (HR Muslim)

  1. Kesamaan dalam hukum-hukum fikih:

Jika terdapat kesamaan dalam sebagian besar anatomi dan fungsi tubuh, berarti terdapat pula kesamaan di antara mereka dalam sebagian besar hukum-hukum Islam kecuali hal-hal yang telah dikhususkan. Aisyah ra. menuturkan,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ يَجِدُ الْبَلَلَ وَلَا يَذْكُرُ احْتِلَامًا قَالَ يَغْتَسِلُ وَعَنْ الرَّجُلِ يَرَى أَنَّهُ قَدْ احْتَلَمَ وَلَا يَجِدُ الْبَلَلَ قَالَ لَا غُسْلَ عَلَيْهِ فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ الْمَرْأَةُ تَرَى ذَلِكَ أَعَلَيْهَا غُسْلٌ قَالَ نَعَمْ إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

“Rasulullah saw. pernah ditanya mengenai seorang lelaki yang menemukan cairan mani padahal dia tidak merasa bermimpi. Beliau menjawab, ‘Hendaknya dia mandi junub’. Beliau juga ditanya mengenai seseorang yang bermimpi, tetapi tidak menemukan cairan mani. Beliau menjawab, ‘Tidak ada kewajiban mandi junub atas dirinya’. Ummu Sulaim bertanya, ‘Seorang wanita yang melihat cairan mani pada dirinya, apakah dia wajib mandi?’ Beliau menjawab, ‘Ya, sesungguhnya wanita tidak lain adalah mitra kaum laki-laki.’” (HR Abu Dawud)

Karenanya, para ulama berkata,

وَالنِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ فِي الأَحْكَامِ اِلاَّ مَا خُصَّ

“Kaum wanita adalah mitra kaum lelaki dalam hukum-hukum syariat kecuali hal-hal yang dikhususkan untuk masing-masing dari mereka.” (Fathul Bari/1/254)

Penjelasan lain Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

  1. Kesamaan dalam khitab syar’i:

Sebagai mitra lelaki, wanita harus menyadari bahwa semua khithab (tuntutan) dan statemen dari Allah dan Rasul-Nya kepada kaum laki-laki berarti juga khithab dan statemen untuk wanita. Ummu Salamah ra. menuturkan,

كُنْتُ أَسْمَعُ النَّاسَ يَذْكُرُونَ الْحَوْضَ وَلَمْ أَسْمَعْ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا كَانَ يَوْمًا مِنْ ذَلِكَ وَالْجَارِيَةُ تَمْشُطُنِي فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّهَا النَّاسُ فَقُلْتُ لِلْجَارِيَةِ اسْتَأْخِرِي عَنِّي قَالَتْ إِنَّمَا دَعَا الرِّجَالَ وَلَمْ يَدْعُ النِّسَاءَ فَقُلْتُ إِنِّي مِنْ النَّاسِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَكُمْ فَرَطٌ عَلَى الْحَوْضِ فَإِيَّايَ لَا يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ فَيُذَبُّ عَنِّي كَمَا يُذَبُّ الْبَعِيرُ الضَّالُّ فَأَقُولُ فِيمَ هَذَا فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا

“Aku pernah mendengar orang-orang berbicara tentang telaga, dan aku belum mendengarnya dari Rasulullah saw.. Pada suatu hari -ketika pelayan wanitaku menyisir rambutku, aku mendengar Rasulullah saw. berseru, ‘Wahai umat manusia’. Akupun berkata kepada pelayanku, ‘Menjauhlah dariku’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah saw. hanya menyeru kaum laki-laki dan tidak menyeru kaum wanita’. Aku berkata, ‘Sesungguhnya aku bagian dari umat manusia’. Lalu Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya aku menunggu kalian di telaga. Waspadalah, jangan sampai salah seorang di antara kalian datang lalu aku kehilangan dirinya seperti seorang yang kehilangan seekor unta yang telah kabur. Aku bertanya, ‘Di manakah orang ini?’ Lalu aku mendapatkan jawaban, ‘Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang telah mereka lakukan sepeninggalmu’. Lalu aku berkata, ‘Sungguh binasalah mereka’.” (HR Muslim)

Ummu Salamah memahami bahwa dirinya adalah bagian dari umat manusia, dan statemen untuk mereka berarti statemen untuk dirinya juga. Karenanya, para ulama telah menetapkan kaidah,

إِنَّ الخِطَابَ إِذَا وَرَدَ بِلَفْظِ المُذَكَّرِ كَانَ خِطَاباً لِلنِّسَاءِ إِلاَّ مَوَاضِعَ الخُصُوْصِ الَّتِي قَامَتْ أَدِلَّةُ التَّخْصِيْصِ فِيْهَا

“Sesungguhnya statemen apabila disampaikan dalam bentuk mudzakkar (untuk kaum laki-laki), maka itu juga menjadi statemen untuk kaum wanita, kecuali dalam beberapa kondisi tertentu di mana terdapat dalil-dalil yang menunjukkan pengkhususan.” (Aunul ma’bud/1/275)

Semoga artikel Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam bisa bermanfaat bagi sahabat dan keluarga, Silahkan di SHARE.,, ^__^

Baca juga –> Infografis 5 Keutamaan Membaca Al Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

Memahami Peran Peradaban Wanita Sebagai Mitra Lelaki Dalam Pandangan Islam

Share
About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam

Share

Ingin Dapat Diskon Setiap Hari?

Dapatkan diskon setiap hari dan berlangganan info terbaru dari kita...

Setelah daftar, Jangan lupa cek email anda dan aktifkan

WPF

Kontak

Info dan Pemesanan Al-Qur'an Tikrar SMS / Call / Whatsapp : 085722993313 BBM : 5810A4F4

Testimoni Pelanggan

testimoni-pelanggan-playboy-medical-device
Dapat diskon setiap hari?

Dapatkan diskon setiap hari dan berlangganan info terbaru dari kita...

Semoga kita tergolong menjadi penghafal Al-Quran
Powered By WPFruits.com